Getting time...

JAWA TIMUR »  GREATER JATIM

Metode Terapi Pasien Tuli Masudin Tidak Dikenal Medis

Mukhtar Bagus - Sindo TV
Senin, 11 November 2013 20:24 wib
Masudin menerapi pasien tunarungu
Masudin menerapi pasien tunarungu

JOMBANG - Pengobatan tunarungu dengan sistem buka saraf ala Masudin, pemuda asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang cukup menghebohkan karena mampu menyembuhkan pasien tunarungu hanya dalam hitungan detik ternyata tidak dikenal dalam ilmu medis.

Untuk membuktikan pasien Masudin benar-benar sembuh atau tidak, dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) di RSUD Jombang mempersilakan masyarakat untuk memeriksakan anggota keluarganya yang sudah diterapi Masudin dengan pengujian secara ilmiah atau medis.

“Tunarungu atau tuli bisa terjadi di tiga bagian telinga manusia di antaranya telinga luar, tengah, dan dalam,” kata dr Indro Saswanto Sp.THT di RSUD Jombang, Senin (11/11/2013).

Menurut ahli penyakit THT ini, tuli di telinga luar biasanya disebabkan kotoran yang menyumbat atau kendang telinga jebol. Bagian tengah biasanya disebabkan kecelakaan sehingga tulang dengar lepas dan pengobatannya harus dioperasi atau disambung kembali.

“Sementara, tuli telinga dalam atau tuli saraf, biasanya menyebabkan penderitanya tuli total dan kebanyakan terjadi sejak lahir,” ujarnya.

Terhadap tiga masalah pendengaran tersebut, dalam ilmu medis pengobatannya juga berbeda-beda mulai dari dilakukan pembersihan terhadap kotoran yang menyumbat, operasi penyambungan tulang dengar yang lepas atau patah, dan yang paling parah atau tuli saraf adalah dengan melakukan implan atau memasukkan alat bantu ke dalam telinga yang biayanya mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara terhadap terapi ala Masudin, meski kenyataannya para pasien dan keluarganya menganggap mereka sudah sembuh, namun dr Indro Saswanto mengaku tidak yakin dan perlu dilakukan pembuktian secara medis. Dia juga membantah dirinya dan para dokter lain resah atau takut kehilangan pasien dengan praktik terapi Masudin.

“Terapi dengan sistem buka saraf yang dilakukan Masudin, tidak pernah dikenal dalam ilmu medis sehingga jika para pasiennya merasa sudah sembuh dipersilakan mengujinya lagi secara medis,” tandasnya.

Terkait keraguan sejumlah pihak terhadap cara penyembuhan pasien yang dilakukannya, Masudin, hanya menanggapinya secara dingin. Dia mengaku siap mempertanggungjawabkan praktik pengobatannya dan mempersilakan pihak mana pun menguji kebenaran kesembuhan para pasiennya.

Masudin juga menyatakan siap membuktikan dan menunjukkan kepada siapa saja bahwa seluruh pasien yang sudah diterapi olehnya benar-benar sembuh dan sudah bisa mendengar. Bahkan, para pasien dapat mendengar tidak hanya di tempat praktiknya melainkan juga ketika mereka pulang ke rumah masing-masing.

“Semua ini terjadi tanpa rekayasa dan proses terapinya pun juga tidak sembunyi-sembunyi. Bisa dilakukan di tempat terbuka dan boleh dilihat oleh siapa saja,” ujarnya mantap.

Jika ada yang ragu dengan praktik pengobatannya, Masudin mempersilakan mereka untuk melihat dan membuktikannya secara langsung. Terkait mahalnya tarif yang dikenakan, menurut Masudin, terapinya ini jauh lebih murah dari biaya yang harus dikeluarkan jika pasien harus implan ke dokter yang mencapai ratusan juta rupiah.
 

(tbn)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

BACA JUGA ยป