Getting time...

JAWA TIMUR »  BABAD JAWI

Situs Biting, Benteng Terbesar di Era Majapahit

Nurul Arifin - OKEZONE
Selasa, 8 Oktober 2013 15:32 wib
Situs Biting, Benteng Terbesar di Era Majapahit
Bagian dari Benteng di Situs Biting yang merupakan Benteng Kerajaan Lamajang Tigang Juru (Nurul Arifin/Okezone)

SALAH satu peninggalan Kerajaan Lamajang Tigang Juru adalah Situs Biting. Situs tersebut berbentuk sebuah benteng yang mengelilingi kerajaan yang dipimpin oleh Aria Wiraraja.
 
Benteng Situs Biting ini berdiri diareal lahan seluas 135 hektare. Catatan sejarah yang ada, belum ada benteng seluas itu yang ditemukan di zaman Majapahit. Jika ada benteng yang ditemukan luasnya lebih dari itu, rata-rata berada di era kolonial.
 
Situs Biting ini berada di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Situs ini mengelilingi pusat kota Kerajaaan Lamajang Tigang Juru. Benteng ini setebal 6 meter dengan tinggi 8-10 meter.
 
Beberapa areal Situs Biting saat ini berdiri di lahan milik warga dan Perhutani. Bahkan, ketika menggali tempat yang diduga mejadi pintu utama Benteng berada di perumahan milik warga. Situs kuno Kerajaan Lumajang ini terancam rusak. Karena beberapa lahan digunakan oleh pengembang sebagai perumahan. Jarak antara bangunan perumahan dengan situs kerajaan bersejarah ini hanya 40 meter
 
Di Benteng Biting ini terdapat lima Pangungakan atau yang bisa disebut sebagai tempat untuk mengintai musuh di luar benteng. Pangungakan ini berada di Gerbang Utama, dinding benteng sebelah Barat dan Timur kemudian Utara dan Selatan.
 
"Jika tergali semuanya maka Situs Biting ini menjadi benteng terluas yang pernah ada di zaman Majapahit," kata Ketua Penelitian Situs Biting Masyhudi yang ditemui di sela-sela penggalian situs tersebut. Dari temuan sejumlah barang peninggalan sejarah, terdapat peradaban yang serupa dengan kerajaan Majapahit.
 
"Belum pernah ada Benteng pada masa klasik seluas ini. Dulu ada penelitian terkait batas kota Majapahit yang barada pada 9 kilometer x 10 kilometer," jelasnya.
 
Arkeolog Udhayana Bali, Aris Purwatini berharap, segera terbit payung hukum terkait situs Biting. Pasalnya, jika sudah ada payung hukum tentunya akan semakin memperkuat sebagai cagar budaya. Payung hukum berbentuk Perda tentang kelestarian situs Biting.
 
"Sepertinya, Pemkab Lumajang sudah ada pembahasan Perda ini. Tapi masih belum ada pengesahan," kata perempuan berjilbab ini.
 
Konsep tata letak Benteng ini dibangun di atas Sungai sebagai pertahanan kerajaan Lamajang Tigang Juru. Ita Lestari, salah satu peserta penggalian situs tersebut mengatakan, ada berapa temuan benda-benda bersejarah saat penggalian. Masing-masing pengalian menemukan benda yang berbeda-beda. Misalnya, di Pangungkan sebelah barat banyak ditemukan Gerabah, Gentong dan lain-lain. Kemudian di sebelah utara banyak ditemukan senjata-senjata seperti Cundrik, Keris, dan Tombak.
 
"Pengungakan di sebelah barat diperkirakan pintu gerbang dan langsung berhubungan dengan transportasi, gerabah," katanya.
 
Di Sebelah selatan ada semacam taman sari karena terlihat masih keluar air dan ada penataan batu bata yang mirip dengan lantai. Ada pula penemuan umpak untuk tiang rumah dan cungkup serta tempat air yang mirip dengan ukiran dari Bali.
 

(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

BACA JUGA »