JAWA TIMUR »  GREATER JATIM

Kemarau, Dinas PU Pengairan Klaim Setok Air di Jatim Aman

Nurul Arifin - OKEZONE
Kamis, 5 September 2013 19:09 wib
Ilustrasi kekeringan (Elis Novit/Sindo TV)
Ilustrasi kekeringan (Elis Novit/Sindo TV)

SURABAYA - Musim kemarau yang sudah mulai melanda membuat volume air di sejumlah waduk berkurang, namun Dinas PU Pengairan Jawa Timur menyatakan sembilan waduk di provinsi itu aman menyuplai kebutuhan air untuk para petani.

"Tidak ada masalah soal kebutuhan air meski saat musim kemarau. Tahun ini memang hujannya mundur. Artinya, pada bulan Juli lalu masih hujan," kata Kepala Bidang (Kabid) Oprasional dan Pemeliharaan Dinas PU Pengairan Jawa Timur, Sunoko, Kamis (5/9/2013).

Menurutnya, persediaan air di sembilan wadul bakal mencukupi kebutuhan petani hingga November mendatang. Waduk yang dimaksud, yakni Waduk Sutami Karang Kates (apasitas 190 juta meter kubik sekarang tinggal 99 juta meter kubik), Waduk Wlingi Blitar (setiap hari terisi 1,28 juta meter kubik), Waduk Wonorejo Tulungagung (kapasitas 105 juta meter kubik sekarang tinggal 85 juta meter kubik), Waduk Selorejo Kediri (kapasitas 39 juta meter kubik sekarang tinggal 85 juta meter kubik).

Kemudian Waduk Bening Nganjuk (kapasitas 23 juta meter kubik sekarang tinggal 14 juta meter kubik), Waduk Pondok Madiun (kapaistas 23 juta meter kubik sekarang tinggal 18 juta meter kubik), Waduk Pacal Bojonegoro (kapasitas 23 juta meter kubik sekarang tinggal 8 juta meter kubik), Waduk Gondang (kapasitas 21 juta meter kubik sekarang tinggal 17 juta meter kubik), dan Waduk Prijetan (kapasitas 9,45 juta meter kubik sekarang tinggal 5,7 juta meter kubik).

"Berdasarkan ramalan dari BMKG hujan akan turun pada bulan Oktober. Sehingga, estimasi kebutuhan air untuk pertanian aman," tambah Sunoko.

Kekeringan yang melanda Jawa Timur saat ini, sambungnya, lebih baik dibanding tahun lalu. Terbukti, sejumlah sungai yang diprediksi pada September ini tidak dialiri air, nyatanya masih mengalir. Seperti, Kali Porong yang tahun lalu kering. Sehingga, sejumlah petani yang bergantung pada aliran sungai itu tidak perlu khawatir.

Bahkan, lanjut Sunoko, hasil panen petani pada musim ini juga tidak akan mengalami kekurangan, sebab kebutuhan air terpenuhi melalui waduk-waduk tersebut. "Belum ada laporan yang masuk mengenai kerusakan tanaman akibat kekeringan hingga saat ini. Yang banyak adalah laporan kerusakan tanaman karen hama. Hal itu karena pola tanam petani di musim kemarau memang rentan serangan hama," jelasnya. 

(ris)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

BACA JUGA ยป