JAWA TIMUR »  MALANG

Terpidana Mati Ruben Cs Mengaku Diintimidasi Polisi

Fiddy Anggriawan - OKEZONE
Kamis, 20 Juni 2013 16:26 wib
Terpidana Mati Ruben Cs Mengaku Diintimidasi Polisi
Ilusitasi (Foto: Dok.Okezone)

JAKARTA - Terpidana hukuman mati Ruben Pata Sambo dan anaknya Markus Pata Sambo (yang masih ditahan), serta Martinus Pata Sambo (sudah bebas) ternyata mendapat intimidasi dari Kepolisian saat proses pemeriksaan di Polres Tana Toraja, Sulawesi Selatan.  
 
Martinus menceritakan, saat ditangkap polisi lalu membawanya secara paksa, bahkan diancam akan dibunuh.
 
"Baru ditangkap saya sudah diperlakukan kasar, bahkan saya ingin dibuang dan diancam mau dibunuh. Coba bayangkan kita ditaruh di dalam mobil dan diancam mau dibunuh. Bagaimana perasaannya? Saya takut dan gematar badan saya," ungkap Martinus saat ditemui di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (20/6/2013).
 
Kemudian, saat menjalani pemeriksaan di Polres Tana Toraja, Martinus juga dipaksa untuk mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan keluarga Andarias Padin yang terjadi pada Desember 2005 silam.
 
"Saat di dalam (tahanan), saya dipukuli dan diancam akan dicabut kuku saya. Ini membuat saya takut. Tapi saya tidak pernah mengaku melakukan pembunuhan itu," tegasnya.
 
Menurut Martinus, sampai saat ini dirinya tidak pernah mengetahui apa yang ada dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang membuatnya divonis 12 tahun penjara. "Saya tidak pernah tahu apa isi BAP. Saya hanya menandatangani satu kali dan tidak tahu untuk apa? Itu juga saya dipukuli dulu," sambungnya.
 
Dia pun kini sudah bebas, setelah menjalani tujuh tahun penjara, karena mendapat remisi. Namun, penyiksaan juga dialami oleh Ruben. Berdasarkan pengakuan Martinus, sang Ayah ditangkap dengan cara kasar dengan dipukul.
 
"Ayah juga ditelanjangi, jempol kaki diinjakkan di kaki meja dengan meja yang diduduki penyidik Polres Tana Toraja. Kemudian, dipukul di bagian rahang hingga menyebabkan satu gigi tanggal," papar Martinus.
 
Tulang rusuk Ruben yang sudah patah akibat kecelakaan motor, pun menjadi bulan-bulanan polisi. Kini, Martinus berharap, ada keadilan bagi Ruben dan saudaranya, Markus.
 
"Harapannya, semua ini dituntaskan dan jelas-jelas ini adalah rekayasa. Kami tidak pernah melakukan apa yang selama ini dituduhkan. Supaya kebenaran terungkap," tuntasnya.
 

(hol)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

BACA JUGA »