JAWA TIMUR »  MALANG

Kontras Bawa Kasus Ruben ke Dunia Internasional

Hari Istiawan - OKEZONE
Jum'at, 14 Juni 2013 11:05 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

MALANG - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) membawa kasus dugaan salah tangkap yang menimpa Ruben Pata Sambo (72) dan anaknya Markus Pata Sambo, warga Jalan Merdeka No 96 Buntu Mamullu, Kelurahan Tondo Mamullu, Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, ke dunia internasional.

Koordinator Badan Pekerja KontraS Jawa Timur dan Jawa Tengah, Andy Irfan, mengatakan akan mengkampanyekan kasus ini ke dunia internasional. "Siang ini, kasus ini akan menjadi bahan diskusi dalam kongres menolak hukuman mati di Madrid, Spanyol," kata Andy Irfan, kepada Okezone, Jumat (14/006/2013).

Sebelumnya, kata Andy, pihaknya telah menyurati empat institusi yakni Mahkamah Agung, Jaksa Agung, Menkumham, dan Mabes Polri untuk memeriksa dugaan rekayasa kasus dan penyiksaan, serta menuntut agar hukuman mati dibatalkan.

Selain itu, KontraS dalam minggu ini bakal mendampingi keluarga korban dan saksi-saksi untuk mengadu secara langsung, memberikan keterangan dan bukti-bukti kepada lembaga-lembaga di atas terkait dugaan rekayasa kasus dan penyiksaan. "Sekaligus mengajukan tuntutan agar Ruben dan Markus dibebaskan dari eksekusi mati," ujarnya.

Seperti diberitakan, Ruben Pata Sambo dan anaknya Markus Pata Sambo, diduga menjadi korban salah tangkap Polres Tana Toraja sejak delapan tahun silam lalu. Mereka telah menjalani hukuman sejak 2006 karena dituding melakukan pembunuhan terhadap Andrias Padin dan istrinya Martina La'biran, Israel, dan nenek Andrias pada 23 Desember 2005. Ruben kini mendekam di Lapas Lowokwaru, Malang, sedangkan Markus di Lapas Porong, Sidoarjo.

Keduanya ditangkap di Makassar atas tuduhan pembunuhan disertai pemerkosaan yang terjadi pada 25 Desember 2005. Dan seak 2006 menjalani hukuman penjara. Berbagai upaya hukum telah dilakukan Ruben untuk membuktikan jika dirinya tidak bersalah, namun keputusannya tetap sama meski pelaku sesungguhnya sudah ditangkap dan telah membuat surat pernyataan bermaterai bahwa Ruben dan anaknya bukan pelaku yang sebenarnya.

Pelaku pembunuhan yang membuat surat pernyataan adalah Yulianus Maraya (24) warga Jl Ampera Makale Tana Toraja, Juni (19), Petrus Ta'dan (17), Sambo (22), warga Jl Ampera, Makale, Tana Toraja. 

(ris)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

BACA JUGA ยป