JAWA TIMUR »  MALANG

Polisi Bantah Salah Tangkap Dua Terpidana Mati

Son Rahim - Sindo TV
Kamis, 13 Juni 2013 20:29 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

TANA TORAJA - Polres Tana Toraja membantah terpidana mati Ruben Pata Sambo dan Markus Pata Sambo adalah korban salah tangkap. Keduanya ditangkap karena terlibat dalam pembantaian keluarga Martina Labiran pada Desember 2005. Hal itu dikuatkan dengan fakta dan keterangan para saksi.

Dituding salah tangkap dalam kasus pembantaian tersebut, Waka Polres Tana Toraja, Kompol Philipus Pini berang. Menurutnya bapak dan anak tersebut merupakan dalang dari pembantaian tersebut.

”Ruben Pata Sambo, Markus Pata Sambo, dan Agustinus Pata Sambo berdasarkan fakta dan keterangan saksi, aktor utama dalam pembunuhan keji tersebut. Hal ini juga dikuatkan dalam rekonstruksi dimana para pelaku saat itu tidak ada yang menyanggah keterlibatan Ruben dan Markus,” ujarnya.

Keterlibatan Ruben dalam kasus itu sebagai otak yang merancang pembunuhan terhadap korban. Berdasarkan keterangan saksi di Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Ruben sempat memimpin rapat pembunuhan tersebut di rumahnya sebanyak dua kali. Ruben juga yang menjadi penyandang dana buat tim eksekusinya tersebut.

Sementara Agustinus dan Markus adalah aktor eksekusi. Mereka yang melakukan pembunuhan dan pemerkosaan serta membuang mayat para korban.

Dia juga memastikan tidak ada tekanan maupun pemukulan terhadap para tersangka selama menjalani proses penyidikan. Para penyidik kasus tersebut sudah dipanggil Polda Sulselbar. “Rencananya besok para penyidik ini akan memaparkan proses penyidikan kasus tersebut ke Polda Sulselbar di Makassar,” akunya.

Sementara itu, Pengadilan Negeri Makale juga menganggap penanganan hukum terkait kasus pembunuhan yang mendakwa Ruben cs sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Di persidangan para terdakwa sudah mengakui keterlibatan mereka.

Seluruh berkas yang dikeluarkan pihak pengadilan tidak ada yang menyanggah keterlibatan Ruben dan anaknya dalam pembunuhan sadis tersebut. “Hingga akhirnya pengadilan memutuskan hukuman mati untuk keduanya,” ujar Panitera Sekretaris PN Makale, Panoto.

Dalam perkara itu kepolisian semula menahan delapan tersangka yakni Ruben, Markus Pata Sambo, Juni, Agustinus, Martinus, Tato, Ateng dan Budi. Para terdakwa yang sudah bebas adalah Tato dan Martinus, sementara Budi dinyatakan tidak terbukti bersalah.
 

(ris)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

BACA JUGA ยป