JAWA TIMUR »  MALANG

Menyapa Puncak Ogal-Agil di Gunung Arjuna

Hari Istiawan - OKEZONE
Rabu, 22 Mei 2013 18:43 wib
Menyapa Puncak Ogal-Agil di Gunung Arjuna
Ilustrasi pendakian (foto: Ist)

MALANG- Puncak Gunung Arjuna berada di ketinggian 3.339 meter di atas permukaan laut yang disebut sebagai puncak Ogal-Agil. Mereka yang hobi mendaki gunung pasti ingin berada di sana.

Puncak Ogal-Agil yang terdiri dari beberapa batu besar dengan beragam bentuk. Puncak yang memiliki sebutan Puncak Ringgit itu dikenal dengan angin yang sangat kencang dengan suhu antara 5-10 derajat celcius.

Dinamakan puncak Ogal-Agil karena batu-batu besar di sana bisa bergerak-gerak atau dalam bahasa jawanya ogal-agil ketika tersapu angin kencang. Namun, batu itu tetap berdiri kokoh tidak jatuh di jurang yang curam. Setelah puas berfoto dan menikmati puncak Ogal-Agil, kita bisa turun melalui jalur berbeda. Bis lewat jalur ke Lawang, maupun ke Purwosari.

Banyak jalur yang bisa digunakan para pendaki untuk mencapai puncak Ogal-Agil. Jalur yang sering digunakan adalah jalur dari arah timur atau Lawang; kemudian dari arah utara Tretes, melalui Gunung Welirang; dan dari arah barat dimulai di Cangar, Kota Batu.

Sedangkan jalur yang dikenal dan sering digunakan bagi para peziarah atau aliran kejawen, biasa melewati jalur Purwosari. Di sana ada petilasan Indrakila yang biasanya ramai dikunjungi peziarah ketika malam-malam tertentu.

Ada jalur lainnya yang jarang dilewati namun juga cukup menguras energi, yaitu melalui Kaliandra. Wilayah yang masuk Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Pasuruan itu kita bisa menempuh perjalanan menanjak selama kurang lebih 4 jam sebelum akhirnya sampai di Air Terjun Gumandar.

Jaraknya sekira 11 kilometer dari Kaliandra. Di sini kita bisa istirahat sejenak sambil menikmati gemericik air terjun di atas pegunungan serta menikmati kesegarannya. Air terjun ini sangat unik karena tidak memiliki aliran di bawahnya seperti lenyap tertelan bumi.

Dari Air terjun Gumandar, kita bisa melanjutkan perjalanan menuju Lembah Kijang untuk beristirahat. Lembah ini berada di ketinggian 2.300 mdpl. Jika perjalanan dilakukan malam hari, maka kita bisa beristirahat sejenak di lembah ini sebelum melanjutkan ke Puncak Ogal-Agil pada dinihari.

Di sini juga ada sumber mata air yang jernih sehingga pendaki bisa memulihkan stamina dengan masak perbekalan.

Perjalanan menuju Lembah Kijang lebih ringan, karena jalurnya banyak yang mendatar. Namun karena jarang dilewati pendaki, sehingga jalur banyak tertutup ilalang dan batang pohon yang tumbang.

Jalan setapak yang sempit juga harus diperhatikan karena dipinggirnya langsung berbatasan dengan jurang yang curam. Dari Lembah Kijang, perjalanan menuju puncak diperlukan waktu sekira 3-4,5 jam. Melewati alas lali jiwo yang terkenal angker.

Jalur ke puncak mengikuti jalan setapak dengan rumput-rumput setinggi 1 meter. Tidak berapa lama setelah melewati jalur mendatar kemudian menanjak. Beberapa jalur juga melewati gigiran tipis dengan jurang di kanan kirinya. Setelah itu, kita akan melewati alas lali jiwo yang cukup lebat hutannya.

Setelah melalui alas lali jiwo, jalur pendakian terus menanjak hingga sampai di Pasar Dieng yang ditandai adanya kuburan dan batu-batu yang berserakan. Di sini medannya seprti tanah lapang dan sudah tampak puncak Ogal-Agil.

Dari Pasar Dieng ke puncak hanya membutuhkan waktu 15-20 menit. Barulah sampai di Puncak Ogal-agil yang merupakan puncak Gunung Arjuna yang penuh misteri.

Jika melalui jalur Purwosari, kita bisa istirahat di kawasan petilasan Indrakila yang banyak berserakan candi dan benda-benda bersejarah lainnya. Di sini kita bisa bermalam sambil menunggu mentari terbit dari balik gugusan pegunungan Bromo dan Semeru. 

(kem)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

BACA JUGA ยป