JAWA TIMUR »  SURABAYA

Polemik Dana Gereja Bethany 'Menggelinding' ke Polda Jatim

Nurul Arifin - OKEZONE
Senin, 11 Maret 2013 17:21 wib

SURABAYA - Polemik dugaan kasus penggelapan dana Gereja Bethany akhirnya menggelinding ke meja Kepolisian. Pihak gereja yang beralamat di Jalan Nginden Intan Timur II, Surabaya melaporkan balik George Handiwiyanto dan Richard Handiwiyanto selaku Advokat serta Leonard Limato selaku pendeta gereja tersebut.
 
Humas Gereja Bethany Pdt Reno Halsamer mengatakan, laporan ke Polda Jatim diterima pada 19 Februari 2013 dengan nomor laporan LPB/174/II/2013/SPKT Polda Jatim. Dalam laporan tersebut tiga orang ini dilaporkan terkait penghinaan dan atau pencemaran nama baik melalui media tulisan pasal 311 dan 310 KUHP. Dengan pelapor, Ridwan Gunawan (60), warga Jalan Sutorejo Tengah, Mulyorejo, Surabaya.
 
"Pernyataan terlapor di sejumlah media terkait tuduhan kasus menggelapkan dana Gereja Bethany tidak ada bukti dan fitnah. Tentunya merugikan pihak gereja. Karena itu, kami laporkan balik," kata Pdt Reno, Senin (11/3/2013) di Surabaya.
 
Ia juga mengatakan, dalam kasus dugaan pengelapan yang mencapai Rp4,7 triliun itu, pihaknya telah memiliki dua laporan polisi. Selanjutnya adalah LP nomor LPB/184/II/2013 tertanggal 22 Pebuari 2013 dengan pelapor Reno Halsamer, warga Sutorejo Utara Baru dengan terlapor tiga orang tersebut. Pasal dan jeratannya sama.
 
Kata Pdt Reno, laporan ke polisi terhadap adalah bentuk upaya hukum untuk memperoleh kebenaran. Upaya hukum ini pula agar tidak terjadi kegelisahan di antara jemaat Bethany.
 
Sementara itu, George Handiwiyanto ketika dihubungi Okezone mengaku mempersilahkan laporan tersebut. Pasalnya, upaya hukum ini adalah hak masing-masing warga negara. "Ya silahkan saja. Ini kan hak hukum. Nanti proses kebenarannya kan ada di pengadilan. Kami serahkan semuanya ke pihak penyidik," singkat George.
 

(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

BACA JUGA »