JAWA TIMUR »  POLHUKAM

Hakim Daming Dihujat, Akil Minta Publik Tak Membabi Buta

Misbahol Munir - OKEZONE
Rabu, 16 Januari 2013 11:27 wib
Hakim Daming Dihujat, Akil Minta Publik Tak Membabi Buta

JAKARTA - Hakim Konstitusi Akil Mukhtar menilai pernyataan calon hakim agung Daming Sunusi yang melontarkan pernyataan bahwa pemerkosa tidak perlu dihukum mati karena si pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama menikmati merupakan ungkapan yang tak sepatutnya. Namun, menurut Akil, Daming manusia biasa, yang tak lepas dari kekeliruan.

"Dari sudut pandang hakim sebagai manusia itu sesuatu yang bisa terjadi pada siapa saja, tidak ada manusia yang sempurna, keseleo lidah, tapi kita melihat hal itu harus secara adil juga tidak dengan emosi dan membabi buta, secara pribadi yang bersangkutan secara terbuka meminta maaf atas kekeliruan itu, disamping itu kita memandang pernyataan itu tentu tidak patut disampaikan dalam forum yang resmi seperti itu, tapi kita tidak bisa juga menyalahkan orang tanpa memahami konteks yang sedang terjadi saat itu," ungkap Akil saat dihubungi wartawan, Rabu (16/1/2013).

Maka kata Akil, karena yang bersangkutan sudah meminta maaf kepada publik, tentu semua pihak selayaknya memberikan maaf kepada Daming.

"Menurut saya jika memang yang bersangkutan sudah meminta maaf haruslah kita pertimbangkan juga niat dari yang bersangkutan atas kekeliruan yang terjadi, Tuhan saja memberi maaf atas kesalahan kita, demikian juga negara memberi maaf kepada pelaku kejahatan walau pun seorang bandar narkoba (grasi)," kata dia.

Kata Akil, DPR harus memberikan pertanyaan yang adil terhadap calon hakim agung lainnya. Sehingga tidak hanya Daming yang menjadi korban dari pertanyaan tersebut.

"Menurut saya kekeliruan itu harus menjadi pelajaran berharga bagi semua, dalam hal ini calon hakim agung dan anggota DPR yang juga harus memberi pertanyaan yang adil. Misalnya pertanyaan soal hukuman mati, setuju atau tidak setuju, karena soal-soal seperti itu adalah pilihan, maka kalau yang nanya tidak setuju hukuman mati, yang jawab setuju hukuman mati, kan ahirnya yang menjadi korban calon hakim agung itu sendiri, itu menurut saya tidak adil juga, karena yang jawab harus mengikuti keinginan orang yang bertanya, harusnya pertanyaan yang netral saja," pungkasnya. 

(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

BACA JUGA ยป