JAWA TIMUR »  UMKM

Lusa, pasokan LPG 3 kg Jabar dijamin aman

Arif Budianto (Koran Sindo) - Koran SI
Kamis, 31 Mei 2012 16:43 wib
Lusa, pasokan LPG 3 kg Jabar dijamin aman
Ilustrasi



Sindonews.com - Sales Area Manager Bandung (Bandun Raya, Garut, Sumedang, Cianjur, Purwakarta) PT Pertamina (Persero) Dwi Manoveri menegaskan, Pertamina area Bandung menjamin kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) akan teratasi dalam dua hari kedepan.

Menurut dia, sejak satu minggu lalu, Pertamina telah menyalurkan 400 ribu tabung LPG untuk program extra dropping. Angka ini tiga kali lipat melebihi kuota harian di Bandung Raya sebesar 180 ribu unit per hari.   

"Suplai extra dropping rata-rata 80 ribu tabung per hari. Kita akan terus suplai kepada masyarakat, sampai tidak ada kelangkaan," kata Dwi Manoveri di kawasan SPBE Bandung, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (31/5/2012).

Upaya tersebut diharapkan mengatasi kelangkaan gas. Dia optimis, sampai akhir pekan ini LPG kembali normal.  Menurut dia, suplai tambahan itu didistribusikan di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Pertamina menyiapkan 15 truk pengangkut LPG untuk extra dropping. Truk tersebut akan mendistribusikan gas ke daerah yang mengalami kelangkaan. Masyarakat bisa membeli gas ke truk tersebut. 

Keputusan Pertamina melakukan dropping LPG di luar kuota, dilakukan setelah masyarakat mengeluhkan kelangkaan LPG 3 kg. Pertamina berani mengambil risiko, asalkan pasokan gas ke masyarakat tidak tersendat. Beberapa keluhan kelangkaan diantaranya terjadi di Majalaya, Padalarang, Cimahi, Arcamanik, Bandung Kulon, Cijerah, Antapani, Ciwedey, Banjaran, dan lainnya.

Pertamina juga membuka sms center dengan nomor 081214749703. Masyarakat yang mengalami kelangkaan LPG di suatu daerah, bisa sms dan akan segera ditindaklanjuti. "Kami minta peran serta pemerintah. Kalau ada kelangkaan, sms ke nomor kami," timpal dia.

Selain masyarakat, pemerintah kabupaten/kota juga bisa mengajukan tambahan kuota LPG, apabila ada kelangkaan di daerahnya. Pertamina, juga meminta pemkab atau pemkot segera menerbitkan harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kg di daerahnya. Bandung termasuk kawasan yang belum memiliki HET. Padahal, HET berfungsi mengatur harga eceran LPG di masyarakat.

Ketika disinggung kuota LPG 3 kg untuk menjamin tidak adanya kelangkaan LPG pada Juni ini, Dwi mengakui, Pertamina akan menggunakan standar kuota bulan April sebesar 205 ribu tabung per hari dan akan sangat mencukupi.

Ketua Hiswana Migas Bandung Indra Hutabarat mengakui, sejak beberapa minggu lalu pasokan LPG berkurang. Namun, upaya extra dropping diharapkan segera menyelesaikan masalah kelangkaan gas di masyarakat.

Indra berharap, extra dropping akan mengatasi kelangkaan dan tingginya harga gas. "Harga eceran dari agen masih sama, yaitu Rp12.750 per tabung. Tapi kenapa harga di masyarakat jadi lebih tinggi. Ini yang mesti segera diatasi," kata dia singkat. (bro)




 

(hri)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

BACA JUGA »