JAWA TIMUR »  NUSANTARA

Tangkal Bencana dengan Kitab Solawatan & Laras Madya

Daru Waskita - Trijaya
Senin, 30 November 2009 10:09 wib
Tangkal Bencana dengan Kitab Solawatan & Laras Madya
(Foto: Daru Waskita)

BANTUL - Tradisi budaya peninggalan dari nenek moyang yaitu ritual membaca doa dari kitab Sholawatan Nabi dan kitab Laras Madya kembali dilaksanakan oleh masyarakat di Dusun Banyusumurup, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu malam (29/11/2009).

Ritual yang dilaksanakan setiap bulan besar (kalender jawa) di atas tanggal 10 ini berlangsung di pendopo masjid Dusun Banyusumurup yang merupakan masjid milik keraton Yogyakarta dan keraton Surakarta yang didirikan pada tahun 1686.

Ritual doa dengan membaca kitab Sholawatan Nabi dan Kitab Laras Madya ini diawali dengan kirab kedua kitab yang dilaksanakan oleh warga Dusun Banyusumurup menuju masjid yang berjarak sekitar 300 meter.

Kitab Sholawat Nabi yang ditempatkan dalam sebuah kotak dibawa oleh seorang warga dan dipayungi layaknya benda keramat atau suci dari arah barat menuju masjid.

Begitupula sebaliknya kitab Laras Madya juga diarak warga dari arah timur menuju masjid. Dalam arak-arakkan kedua kitab itu juga dibawa berbagai sesaji seperti bunga dan dupa.

Setelah tiba di pendopo (teras) masjid, pemuka masyarakat menerima dua buah kotak yang berisi kitab Sholawatan Nabi dan kitab Laras Madya. Dua kotak yang berisi kitab tersebut ditaruh dua buah meja yang telah dipersiapkan.

Rombongan yang mengarak kitab juga memasuki pendopo dan duduk melingkar mengelilingi meja yang berisikan kotak yang didalamnya kitab kitab Sholawatan Nabi dan kitab Laras Madya.

Tak jauh dari tempat duduk rombongan pembawa kitab Sholawatan Nabi dan kitab Laras Madya juga dipersiapkan alat musik tradisional terdiri dari kendang, tuntung dan kempyuh yang akan dimainkan bersamaan dengan dibacanya kedua kitab oleh 80 warga secara bergantian dan berlangsung hingga satu malam suntuk.

Tokoh masyarakat setempat, Jiwo Diharjo (70) menyatakan ritual doa membaca Kitab Sholawatan Maulut Nabi dan Kitab Laras Madya merupakan ritual budaya yang diwariskan oleh nenek moyang warga Dusun Banyusumurup, Desa Girirejo, Kecamatan Imigiri, Kabupaten Bantul, DIY. Ritual budaya ini digelar setiap bulan besar (kalender Jawa) dan dilaksanakan di atas tanggal 10.

"Tujuan utama dari ritual budaya doa dengan membaca Kitab Sholawatan Maulut Nabi dan Kitab Laras Madya agar masyarakat dusun Banyusumurup dan sekitarnya terhindar dari segala bencana, terhindar dari segala penyakit, tanaman pertanian terhindar dari hama serta masyarakat diberikan rama aman, damai dan sejahtera,"terangnya

Menurutnya, untuk menyelesaikan doa yang dibaca dari Kitab Sholawatan Maulut Nabi dan Kitab Laras Madya dibutuhkan setidaknya 80 orang. 50 orang membaca kita Kitab Sholawatan Maulut Nabi dan 30 orang membaca doa dari kitab Laras Madya. Kitab dibacakan secara bergantian, mulai dari kitab Sholawatan Maulut Nabi dan kitab Laras Madya.

"Untuk menyelesaikan membaca doa dari kedua kitab dibutuhkan waktu lebih dari 8 jam sehingga ketika acara dimulai pukul 22.00 WIB maka baru selesai menjelang pagi harinya," tuturnya.

Kakek yang telah dkarunia beberapa buyut ini juga mengaku, ritual budaya Doa Membaca Kitab Sholawatan Maulut Nabi dan Kitab Laras Madya wajib diteruskan oleh generasi muda warga Dusun Banyusumurup karena telah terbukti ketika warga tidak menggelar acara ritual budaya ini, Dusun Banyusumurup mendapatkan berbagai bencana baik alam, penyakit maupun bencana dalam menanam padi maupun palawija.

"Dulu warga pernah mencoba melaksanakan ritual doa dengan membaca Kitab Sholawatan Maulut Nabi dan Kitab Laras Madya dua tahun sekali, ternyata banyak bencana yang menimpa dusun Banyusumurup," ujarnya meyakinkan.  

(fit)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

BACA JUGA ยป