JAWA TIMUR »  NEWS

Ustad Diduga Cabuli Muridnya di Pontianak

Denny Juniardi - Global
Minggu, 30 November 2008 22:01 wib

PONTIANAK-Setelah lima hari dibujuk, Mawar (12), akhirnya mengungkapkan jati diri pria yang telah merenggut kegadisannya. Mawar (nama samaran) mengaku telah dicabuli oleh ustad AS, pengasuh sebuah pondok pesantren di kawasan Pontianak Utara.

Keluarga korban yang mendengar informasi ini langsung mendatangi rumah pengasuh pondok pesantren di Jalan Parit Makmur, Siantan. Massa yang jumlahnya puluhan sudah terlihat emosi.

Namun, amarah massa dapat diredam setelah aparat kepolisian datang ke lokasi kejadian. Keluarga korban, pihak pesantren, dan keluarga pelaku melakukan dialog yang dimediasi polisi. Sedangkan ustadz AS dan korban sudah diamankan di Mapolsek Pontianak Utara.

Warga Parit Makmur, Amat mengungkapkan, sekira pukul 10.00 WIB puluhan orang mendatangi rumah ustadz AS. Melihat gelagat tak baik, ia lantas menelepon polisi. Setelah aparat tiba di lokasi, keadaan bisa dikendalikan. "Untung aparat cepat datang. Kalau tidak bisa-bisa keluarga korban sudah mengamuk," tutur Amat di Pontianak, Minggu (30/11/2008).

Di depan petugas, Mawar mengaku tengah hamil empat bulan akibat perlakuan ustad AS. Diceritakannya, dirinya sudah dua kali ditiduri oleh orang yang telah dianggapnya seperti orang tua sendiri.

Aksi pertama dilakukan pada Juli 2008. Saat itu, ia menginap di rumah ustad AS. Sekira pukul 23.00 WIB, ustad AS membangunkannya dan mengajaknya tidur di kamar. Sebelumnya ia tidur di ruang tengah.

Entah mengapa, dikatakan Mawar, sepertinya ia tidak bisa melawan kehendak ustad AS ketika itu. "Saya nurut saja. Saya pun lupa kejadiannya. Tiba-tiba saya sudah ditiduri," ucapnya.

Dua minggu berlalu, ustad AS kembali mengulangi perbuatannya. Sama seperti kejadian pertama, mawar tidak kuasa melawan kelakuan bejat AS. Dirinya seperti terhipnotis, sampai tak bisa berkata-kata dan meronta.

Orang tua korban, Sum'ah (36) menyebutkan, selama ini Mawar tidak pernah menunjukkan prilaku aneh. Bahkan, sebelum ini keluarga sama sekali tidak tahu bahwa Mawar sudah hamil empat bulan.

Pada Ramadan lalu, lanjutnya, Mawar sempat sakit-sakitan. Untuk itu, keluarga membawanya ke dokter. Oleh dokter ia hanya dikatakan kurang darah. "Setelah tahu mawar hamil dari dukun beranak, kami terkejut. Tapi, ia tidak mau ngomong siapa yang melakukannya," kata dia.

Selaku orang tua, Sum'ah meminta, ustad AS bersedia mengaku dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keluarga kata dia, juga tidak menginginkan ustad AS sebagai suami mawar. Pihaknya hanya meminta pelaku menikahi untuk mensahkan status anak dalam kandungan mawar, kemudian diceraikan kembali. "Kami hanya minta dinikahi kemudian diceraikan," ungkapnya.

Ustad AS (46) yang juga berada di polsek utara, membantah tuduhan kalau dirinya telah melakukan pencabulan kepada Mawar. Dikatakannya, Mawar sudah dianggapnya sebagai anaknya sendiri.

Berbeda dari pengakuan korban yang mengatakan sering menginap di rumah pelaku. Ustadz AS menampik dan mengatakan, selama berada di pondok pesantrennya sejak 2007 hingga sekarang, Mawar hanya dua kali menginap di rumahnya. "Itu pun pada saat keramaian. Pertama waktu anak saya menikah, kedua ketika tujuh belasan kemarin. Itu pun, rumah dalam keadaan ramai," ujarnya.

Ketika ditanya apakah mau menikahi mawar, ustad AS dengan tegas menolak. Menurutnya, ia tidak perlu menikahi mawar karena memang bukan ia pelakunya. Dia malah mengindikasikan ada lelaki lain yang menghamili mawar.

AS mengarahkan tuduhannya kepada lelaki yang selama ini dianggap sebagai pacar mawar. "Saya curiga pacarnya yang melakukannya. Sehabis mengaji malam hari, Mawar sering pulang ke rumah," kilahnya.

 

(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

BACA JUGA ยป