JAWA TIMUR »  NEWS

Lagu Gugur Bunga Iringi Pemakaman Soeharto

Bramantyo - Trijaya
Senin, 28 Januari 2008 12:16 wib

SOLO - Suasana haru meliputi prosesi pemakaman mantan Presiden Soeharto. Prosesi pemakaman dimulai dengan pembukaan peti jenazah yang diselubungi bendera merah putih,

Soeharto dimakamkan bersama peti jenazah. Namun sebelum memasukan jenazah Soeharto, petugas pemakaman membuka peti jenazah untuk memiringkan jazadnya agar posisinya menghadap kiblat.

Keluarga Cendana seperti Mbak Tutut, Bambang Trihatmodjo, Halimah, Sigit Hardjojudanto yang mengenakan pakaian serba hitam berdiri di belakang komandan upacara.

Sebelum acara penguburan dimulai, Protokoler membacakan biodata Soeharto, dan membacakan tanda kehormatan,yang diterima Soeharto semasa hidup dari dalam dan luar negeri.

Sementara itu, pembacaan apel persada dibacakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Atas nama negara dan TNI dengan mempersembahkan ke persada bumi pertiwi jiwa dan jasa almarhum Soeharto, semoga arwah beliau diterima di alam barzah,? ujar Presiden SBY.

Penuruan jenazah dilakukan oleh sejumlah petugas berpakaian militer dan petugas Astana Giribangun yang berpakaian adat jawa. Peti jenazah Soeharto diturunkan secara perlahan menggunakan bambu dan tali ke liang lahat.

Saat adzan dikumandangkan, suasana semakin haru. Tutut yang mengenakan kerudung hitam tampak berusaha menahan haru. Sesekali, Tutut menyeka air mata. Di iringi Lantunan lagu gugur bunga, Tutut yang mendapat kesempatan pertama melakukan prosesi penaburan bunga yang kemudian diikuti keluarga Cendana lain.

Presiden SBY melakukan penimbunan liang lahat secara simbolis yang kemudian diikuti oleh anggota keluarga Cendana Sigit Harjojudanto. Sejumlah petugas berpakaian adat jawa pun mulai memasukan tanah dari sejumlah karung putih. 

(fit)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

BACA JUGA ยป